User:Jusman-BPBD

From OpenStreetMap Wiki
Jump to navigation Jump to search

SKENARIO DAMPAK BANJIR KEL. MANGGALA, KEC. MANGGALA KOTA KOTA MAKASSAR

NAMA

Jusman
Username OSM: Jusman-BPBD

TUJUAN

1. Untuk mengetahui jumlah bangunan terdampak
2. Untuk Mengetahui jumlah jiwa yang harus segera dievakuasi
3. Kebutuhan yang harus segera di distribusikan (masa tanggap darurat)
4. Lokasi Rencana Evakuasi

LOKASI PEMETAAN

Wilayah yang menjadi lokasi pemetaan yaitu Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala, Kota Makassar.
Wilayah ini berada pada elevasi 0-5 meter atau berada di Koridor Daerah Aliran Sungai (DAS) Tallo
sehingga wilayah ini merupakan wilayah yang rawan terhadap banjir.
Tanggal 2-14 Januari 2013 telah terjadi banjir, untuk memudahkan analisis dan kajian wilayah
maka fokus penelitian dibatasi wilayah permukiman yang telah tergenang banjir pada tanggal tersebut yaitu
Perumnas Antang Blok X, Kelurahan Manggala, KEcamatan Manggala, Kota Makassar.

PETA lokasi.png

METODOLOGI PENGUMPULAN DATA

Secara bertahap metode pengumpulan data yaitu
1. Membatasi wilayah kajian
2. Digitasi menggunakan JOSM
3. Menyiapkan peta survey
4. Melakukan survey lapangan untuk mendapatkan informasi secara akurat mengenai wilayah kajian
5. Melakukan editing data dari hasil lapangan
6. Mengoreksi peta yang salah edit
7. Mengkonversi data dari JOSM ke shp
8. Analisis menggunakan QGis dan InaSAFE
9. Layout

HASIL PEMETAAN DAN RENCANA EVAKUASI

HASIL PEMETAAN

Sebelum.png SEBELUM Sesudah 320e.png SESUDAH

PEMBAHASAN

Hampir setiap tahunnya beberapa bagian wilayah di Kota Makassar mengalami banjir.
Banjir umumnya terjadi pada bulan Desember-Februari. Banjir yang cukup besar yang
terjadi di Kota Makassar beberapa tahun terakhir ini adalah yang terjadi pada tahun 1999,
tahun 2000 dan Tahun 2013, dimana sebagian besar wilayah kota mengalami genangan dan banjir
Khususnya dilokasi Penelitian (Blok 10 Perumnas Antang, Kel. Manggala, Kec. Manggala)
bahwa banjir dari tanggal 2-16 Januari 2013 menggenangi seluruh kawasan tersebut dengan ketinggian
air rata-rata 2 meter. Hal ini disebab diantaranya
1. Pengaruh Curah hujan yang cukup tinggi
2. Perubahan peruntukan lahan DAS
3. Bersamaan terjadinya Pasang Naik
4. Sistem drainase yang tidak terkoneksi langsung kelaut
5. Pengaruh elevasi Permukaan
6. Tekanan Penggunaan Lahan di wilayah DAS dan Catcment area
7. Pengendalian banjir yang tidak terencana dan sebagainya

LANDUSE.png

Hasil Pemantauan yang telah dilakukan bahwa bangunan yang terdampak
akibat banjir menggunakan plugin InaSAFE yang telah tersedia sebanyak 416 Unit
dengan karakteristik bangunan berlantai semen, beratap seng, berdinding batu bata, berlantai satu
dan tidak memiliki akses ke atap.

Jumlah penduduk yang harus segara dievakuasi sebanyak 96 orang, yang terdiri 48 laki-laki dan 38 Perempuan
atau dewasa 25 orang dan 63 remaja dan 7 orang tua jompo, kebutuhan beras sebanyak 270 kg
air minum sebanyak 1687 liter, kebutuhan air bersih sebanyak 6481 liter, Family kit sebanyak 19 set,
dan toilet umumn sebanyak 4 unit
Kerugian akibat banjir ditaksir setelah menggunakan Group stats plugin inaSAFE dengan total Rp.104.0000.000
dengan rata-rata kerugian sebanyak Rp. 2.500.000 per unit.

339px-Buildings inundated02a.png People affected by flood prone areas 02.png Peta Petak Bangunan terdampak edit04.png

Lokasi evakuasi ditentukan berdasarkan bangunan terluas atau > 250 meter per segi
Memiliki lahan terbukan atau memiliki halaman paling luas dan merupakan sarana publik
Lokasi evakuasi.png

TABEL HASIL OLAHAN DENGAN INASAFE

Buildings inundated02 table.png People affected by flood prone areas table-1.png

DOKUMENTASI

IMG 0174.JPG IMG 0171.JPG IMG 0169.JPG