User:Maulana rh

From OpenStreetMap Wiki
Jump to: navigation, search

SKENARIO BANJIR KEJORONGAN MALIGI, KECAMATAN SASAK RANAH PASISIA, KABUPATEN PASAMAN BARAT

BIODATA PELAKSANA

Nama : MAULANA RHIVAI HENIM, SE
Email : qwertyselalu@ymail.com atau qwertydiaselalu@gmail.com

LOKASI PEMETAAN

Wilayah yang menjadi lokasi pemetaan yaitu Jorong Maligi, Nagari Sasak, Kecamatan Sasak Ranah Pasisia Kabupaten Pasaman Barat Kabupaten Pasaman Barat.

Menurut warga di sekitar dan hasil pemantauan, lokasi ini seringkali terendam banjir hingga ketinggian lutut orang dewasa (kurang lebih 50 cm) hal ini karena sungai ini menampung banyak curahan hujan yang berasal dari hulu sungai. Oleh karena itulah, daerah ini perlu dilakukan pemetaan untuk mematangkan persiapan penduduk dalam menanggulangi bencana banjir di masa yang akan datang.

METODOLOGI PENGUMPULAN DATA

Pengumpulan data dilakukan dengan survey lapang selama satu hari dengan memanfaatkan GPS. Bangunan dapat didigitasi dengan baik namun ada beberapa bangunan yang tidak ditemukan dipeta karena masih tergolong bangunan yang baru dibangun dan belum diperbaharui oleh bing sat dan yang lainnya dapat didigitasi menggunakan citra satelit Bing.

Media:Citra bing.PNG File:Citra bing.PNG


Pengumpulan data dilakukan pada hari Minggu, 31 Maret 2013. Kondisi saat itu cukup berawan. namun belum sempat terdokumentasikan dengan kamera digital, namun ada arsip kejadian air pasang disana

Maligi.PNG Media:Maligi.PNG

Pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan plotting titik-titik rumah. Kemudian dilakukan digitasi dengan memperkirakan besar bangunan melalui software JOSM.

HASIL PEMETAAN

Dengan dilakukan pemetaan ini, didapatkan banyak objek bangunan yang dapat digunakan sebagai data Exposure untuk penyusunan Rencana Kontijensi jika terjadi bencana di Kejorongan Maligi Sebelum dilakukan pemetaan, hanya wilayah sungai yang sudah terdigitasi sementara objek yang lain belum pada OSM.

ANALISIS/SKENARIO

Analisis dilakukan dengan membuat skenario apabila sungai Pasaman meluap sejauh 25 meter, 50 meter, dan 75 meter Oleh karena itu, data hazard diperoleh dengan melakukan buffer sungai Pasaman, kemudian buffer tersebut ditandai sebagai wilayah rawan banjir/terdampak banjir. Dengan bantuan InaSAFE, maka kita akan dapat mengetahui jumlah bangunan yang terdampak.

Berikut ini adalah hasil pemodelan dan perkiraan dampak dengan InaSAFE.

Skenario 1: Air dari Sungai Pasaman meluap hingga 25 meter dari bantaran sungai

25 m.png Media:25 m.png


Dari 72 bangunan, terdapat 2 bangunan yang terdampak (ditandai dengan warna merah pada peta). Sedangkan 70 bangunan lainnya tidak terdampak (ditandai dengan warna hijau pada peta).


Skenario 2: Air dari Sungai Pasaman meluap hingga 50 meter dari bantaran sungai

50 m.png Media:50 m.png

Dari 72 bangunan, terdapat 24 bangunan yang terdampak (ditandai dengan warna merah pada peta). Sedangkan 48 bangunan lainnya tidak terdampak (ditandai dengan warna hijau pada peta).

Skenario 3: Air dari Sungai Pasaman meluap hingga 75 meter dari bantaran sungai

75 m.png Media:75 m.png

Dari 72 bangunan, terdapat 51 bangunan yang terdampak (ditandai dengan warna merah pada peta). Sedangkan 21 bangunan lainnya tidak terdampak (ditandai dengan warna hijau pada peta).


KESIMPULAN

Aplikasi JOSM, Q-GIS dan InaSafe sangat membantu penganalisaan dan juga skenario terhadap bencana yang ada di Indonesia pada umumnya dan pada Kabupaten Pasaman Barat. dengan adanya beberapa skenario yang ada diatas maka bisa diperkirakan akan dampak terhadap bangunan dan lain sebagainya..

Kelemahan dan kelebihan dalam penggunanaan aplikasi-aplikasi ini menambah wawasan SDM yang menggunakan dan memanfaatkan sebaik mungkin,namun ada baiknya juga menambah informasi berdasarkan pantauan langsung sehingga ada informasi lebih akurat sehingga dapat menambah informasi secara aktual dan pembanding. Saran dan Pendapat terhadap Skenario ini sangat dibutuhkan bagi pengguna, dan mohon pencerahan..

Terima Kasih..