User:Agoes.sgh

From OpenStreetMap Wiki
Jump to: navigation, search

SKENARIO BANJIR DESA SIMO KECAMATAN BANYU URIP SURABAYA

Nama : Agus Sugiharto
Email : agoes.sgh@gmail.com
skype : agsugiharto


LOKASI PEMETAAN

Lokasi pembuatan Mapping atau pemetaan kali ini adalah daerah Kelurahan Simo Kecamatan Banyu Urip Surabaya - Jawa Timur, dengan hasil survey bahwa penduduk di area atau lokasi pemetaan sangat padat. Daerah ini memiliki unsur penduduk majemuk, dimana terdapat golongan menengah kebawah dan menengah keatas.

Lokasi rumah di daerah ini adalah sangat padat, dan sangat berdekatan dengan bantaran sungai Simo yang mengelilingi disekitarnya. Berdasarkan informasi yang kami dapatkan dari warga sekitar, daerah ini sering terendam banjir pada saat musim hujan datang, ketinggian banjir sampai dengan lutut orang dewasa.

METODOLOGI PENGUMPULAN DATA

Sebelum kita dapat melakukan analisis spasial dengan bantuan perangkat lunak sistem informasi geografis, kita perlu memastikan bahwa data yang dibutuhkan telah tersedia. Namun, seringkali data yang dibutuhkan tidak up-to-date atau bahkan tidak tersedia sama sekali. Untuk itulah diperlukan proses pengumpulan data spasial. OpenStreetMap merupakan salah satu tools yang berguna untuk mengumpulkan serta berbagi data spasial karena didukung oleh berbagai macam tools yang mempermudah kita untuk mengumpulkan data spasial. Di bawah ini adalah contoh-contoh metode pengumpulan data spasial yang memanfaatkan tools-tools tersebut.

A. Untuk daerah yang memiliki Citra Satelit.

1. Jika daerah yang akan kita petakan sudah memiliki citra satelit yang cukup baik, kita dapat melakukan pengumpulan data dengan tahap seperti berikut:

Alat & Bahan: - GPS (tidak wajib) - Walking Papers - Formulir Survey - Alat Tulis + Papan jalan

Langkah langkah 1.png

B. Untuk daerah yang belum memiliki Citra Satelit.

Jika daerah yang akan kita petakan belum memiliki citra satelit, kita akan sangat kesulitan dalam melakukan pemetaan. Kita juga tidak dapat membuat walking papers untuk acuan saat survey, maka pada kondisi seperti ini, kita hanya dapat mengandalkan GPS dan formulir survey saat melakukan survey lapangan. Kemudian pada saat pendigitasian objek pada JOSM, data GPS lah (hasil plotting & tracking) yang kan menjadi acuan utama saat proses pendigitasian.

Alat & Bahan: - GPS (Wajib) - Formulir Survey - Alat Tulis + Papan jalan

Langkah langkah 2.png

Data dilapangan kami ambil secara berkelompok, dengan menggunakan Field Paper, Form Survey dan GPS. GPS kami gunakan 2 model, antara lain dengan menggunakan GPS Garmin 60 dan menggunakan fasilitas dari Android Tablet.

GPS60-1-Tripcomputer.jpg

Sedangkan untuk fasilitas Android dapat melakukan download aplikasi pada link berikut :
ORUXMAP

Pengambilan data dilakukan pada hari Jumat, Tanggal 29 Maret 2013 dan kondisi pada saat itu Cerah berawan.
Contoh Data Hasil Survey yang sudah dilakukan oleh tim :

Form Hasil Survey

















HASIL PEMETAAN

Hasil yang didapatkan dalam pemetaan ini adalah data hasil survey bangunan serta unsur yang terkait didalmnya seperti :
1. Bangunan rumah
2. Fasilitas umum yang penting (BangunanPemerintah, Fasilitas Pendidikan, danFasilitas Kesehatan)
3. Jalan raya
4. Sungai

Dan merupakan data yang telah tervalidasi dengan baik sehingga data tersebut dapat dipertanggung jawabkan.

Berikut ini adalah Screen Shoot Data yang telah tervalidasi oleh TIM Survey GIS, agar dapat melihat perbandingannya, maka kami melakukan screen shot terlebih dahulu dengan data sebelum dilakukan survey dan data sesuadah dilakukan survey GIS dan melakukan Digitasi.

Sebelum Digitasi
Sesudah Digitasi




















DOKUMENTASI PELAKSANAAN SURVEY

Beberapa Dokumentasi yang sempat terhimpun melalui internet, dapat dilihat sebagai berikut :

Banjir simo1.png Banjir Simo2.jpg


ANALISA

Analisa dilakukan dengan membuat skenario apabila sungai diseputar Desa Simo meluap sejauh Radius 5 meter, dan 30 meter. Oleh karena itu, data hazard diperoleh dengan melakukan buffer sungai diwilayah Simo, kemudian buffer tersebut ditandai sebagai wilayah rawan banjir.

Dengan bantuan InaSAFE, maka kita akan dapat mengetahui jumlah bangunan yang terdampak.


Berikut ini adalah hasil pemodelan dan perkiraan dampak dengan InaSAFE.

Skenario 1 - Apabila terjadi Banjir dengan luasan skala 5 Meter dari Garis Tengah Sungai

Skenario 1





























Dari hasil analisa diperoleh hasil antara lain dari 323 Bangunan yang ada terdapat 96 (berwarna merah pada peta) Bangunan terdampak Banjir, sedangkan sisanya 227 tidak terdampak banjir.


Skenario 2 - Apabila terjadi Banjir dengan luasan skala 30 Meter dari Garis Tengah Sungai

Skenario 2






























Dari hasil analisa diperoleh hasil antara lain dari 323 Bangunan yang ada terdapat 108 (berwarna merah pada peta) Bangunan terdampak Banjir, sedangkan sisanya 215 tidak terdampak banjir.