User:Perdana Firmansyah/Skenario Longsor Jl. Ir. H. Juanda - Ciawitali Desa Cicalengka Kulon Kecamatan Cicalengka Kabupaten Bandung

From OpenStreetMap Wiki
Jump to: navigation, search

SKENARIO LONGSOR Jl. Ir. H. Juanda-Ciawitali Desa Cicalengka Kulon Kecamatan Cicalengka Kabupaten Bandung

Oleh:

[http://wiki.openstreetmap.org/wiki/User:Perdana_Firmansyah]
Disusun dalam rangka memenuhi Tugas Prasyarat Training of Trainer Lokakarya Pengembangan Skenario untuk Rencana Kontinjensi.

Lokasi Pemetaan

Wilayah yang menjadi pemetaan yaitu Jl. Ir. H. Juanda-Ciawitali Desa Cicalengka Kulon Kecamatan Cicalengka Kabupaten Bandung.
Menurut data dari Dinas Bina Marga Kabupaten Bandung, jalan tersebut diatas berpotensi longsor.
Data tersebut diperkuat oleh Peta Prakiraan Wilayah Potensi Terjadi Gerakan Tanah yang dikeluarkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi sebagai berikut:

Wilayah Potensi Terjadi Gerakan Tanah









Data lengkapnya dapat dilihat pada file berikut:
GERTAN JABAR DES 12.pdf
Oleh karena itu perlu dilakukan pemetaan untuk mematangkan persiapan penduduk dalam rangka mengurangi dampak apabila jalan termaksud longsor, semoga saja tidak terjadi, amin.

Metodologi Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan melalui data sekunder dengan memanfaatkan [http://www.openstreetmap.org/] yang diedit menggunakan Potlatch 2 dari menjelang azan lohor hingga menjelang azan maghrib pada hari Senin tanggal 15 April 2013 yang diselangi syukuran Kasubag Keuangan BPBD Kabupaten Bandung [http://www.facebook.com/hj.hendriyati], Kasi Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kabupaten Bandung [http://www.facebook.com/mistaasep], serta dua orang ujung tombak BPBD Kabupaten Bandung yaitu [http://www.facebook.com/novita.n.priatna] dan Diki Goes Akung Garut serta menerima beberapa tamu yang harus dimuliakan segera.

Hasil Pemetaan

Sebelum








Sesudah








Analisis

Walaupun Jl. Ir. H. Juanda-Ciawitali Desa Cicalengka Kulon Kecamatan Cicalengka Kabupaten Bandung potensi terjadi gerakan tanahnya hanya MENENGAH (tidak tinggi, red), tapi tidak juga berarti rendah lho. Yang dikhawatirkan bila terjadi, semoga saja tidak, bukan hanya Jl. Ir. H. Juanda-Ciawitali yang terputus, tetapi juga berpotensi memutus jalur kereta api (lihat titik hijau pada Hasil Pemetaan Sesudah).
Material longsor tersebut menutupi rel kereta api maka hanya kereta api patas lokal dan ekonomi lokal saja yang bisa beroperasi yaitu [http://id.wikipedia.org/wiki/Kereta_api_Baraya_Geulis], [http://id.wikipedia.org/wiki/Kereta_api_Rencang_Geulis], [http://id.wikipedia.org/wiki/Kereta_api_KRD_Patas_Bandung_Raya], dan [http://id.wikipedia.org/wiki/Kereta_api_Bandung-Cicalengka]. Sementara kereta api [http://id.wikipedia.org/wiki/Kereta_api_Simandra], [http://id.wikipedia.org/wiki/Kereta_api_Pasundan], kereta api ekonomi lainnya, bisnis, dan eksekutif terhenti hingga 240 meter kubik material yang masuk ke jalur rel dibersihkan atau sekitar 35 rit dump truck karena daya angkut dump truk sekitar 7 kubik saja.
Selanjutnya analisa lebih lanjut, masih menunggu update server Hot-Export, sabar ya.
Analisa lebih lanjut nantinya adalah menggunakan InaSAFE [http://inasafe.org/] melalui Quantum GIS [http://www.qgis.org/] untuk mencari dan/atau membuat data hazard dan exposure dalam rangka analisis keterdampakan yang diakhiri oleh layaoting. Sekali lagi sabar ya. Makasih ;)