Id:Jalan

Jalan merupakan objek yang menghubungkan suatu lokasi ke lokasi yang lain. Jalan merupakan objek yang sangat penting untuk dipetakan. Dalam OpenStreetMap, jalan digambarkan sesuai dengan fungsinya.
Klasifikasi yang digunakan dalam menyusun jalan untuk Indonesia berpatokan pada klasifikasi fungsi dan sistem jaringan jalannya. Berdasarkan Panduan Penentuan Klasifikasi Fungsi Jalan di Wilayah Perkotaan dan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 3 Tahun 2012, fungsi jalan dapat dibagi menjadi arteri, kolektor, lokal, dan lingkungan. Selain itu, sebuah jalan juga dapat tergolong ke dalam sistem jaringan jalan primer dan sekunder. Sistem jaringan jalan primer mencakup jalan yang mengikuti tata ruang nasional, contohnya jalan-jalan antarkota. Sementara itu, sistem jaringan jalan sekunder mencakup jalan-jalan yang mengakomodasi pergerakan dalam suatu kawasan perkotaan. Mohon untuk tidak menyamakan terminologi primer dan sekunder yang digunakan oleh tag OpenStreetMap (dijelaskan di bawah) dengan terminologi yang sama pada klasifikasi sistem jaringan jalan di dunia nyata. Misalnya, jalan dengan tag highway=primary tidak otomatis berarti jalan tersebut merupakan bagian dari jaringan jalan primer, dan juga sebaliknya.
Karakteristik jalan di suatu tempat tidak dapat dijadikan patokan untuk penandaan jalan di tempat lainnya. Pada beberapa kasus, jalanan yang sempit atau sepi di suatu tempat dapat memiliki fungsi yang sama dengan jalan yang lebih lebar di tempat lain. Selain itu, terdapat kondisi-kondisi tertentu yang menyebabkan penandaan jalan di OpenStreetMap tidak mengikuti klasifikasi fungsi jalan, misalnya ketika klasifikasi yang diterbitkan oleh pemerintah merupakan rencana jangka panjang atau menengah yang tidak mencerminkan kondisi saat ini. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui regulasi di tiap daerah serta tetap mengandalkan survei dan pengetahuan lokal.
| No. | Nama Objek | Jenis Objek | Deskripsi | Key | Value | Simbol di OSM | Foto |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1. | Jalan Tol | Jalan bernomor bebas hambatan. Khusus kendaraan roda empat atau lebih dan berbayar | highway | motorway | ![]() |
||
| 2. | Jalan Akses Tol | Jalan penghubung dari dan ke jalan bebas hambatan. Khusus kendaraan roda empat atau lebih dan berbayar. Umumnya berupa simpang susun atau gerbang tol. | highway | motorway_link | ![]() |
||
| 3. | Jalan Trunk | Jalan non-tol dengan tingkat kepentingan tertinggi yang mengubungkan ibukota negara dengan ibukota provinsi atau dari satu ibukota provinsi ke ibukota provinsi lainnya. Jalan ini dikelola oleh pemerintah pusat sehingga memiliki status jalan nasional. Terdapat tanda berupa marka jalan berwarna kuning di tengah jalan.
Jalan ini umumnya diklasifikasikan sebagai kelas Jalan Arteri Primer (JAP) atau Jalan Kolektor Primer 1 (JKP-1) di beberapa tempat. |
highway | trunk | ![]() |
[[|100px|center]] | |
| 4. | Jalan Penghubung Trunk | Jalan penghubung (jalan masuk/keluar) yang menghubungkan jalan trunk dengan jalan trunk lainnya atau jalan dengankelas lebih rendah. | highway | trunk_link | ![]() |
[[|100px|center]] | |
| 5. | Jalan Primer | Pada sistem jaringan jalan primer, jalan ini menghubungkan ibukota provinsi ke ibukota kabupaten/kota atau antarpusat pemerintahan kabupaten/kota. Sementara pada sistem jaringan jalan sekunder di kawasan urban/perkotaan, jalan ini menghubungkan pusat kegiatan di tengah kota dengan pusat-pusat kegiatan di sekitarnya.
Pada jaringan jalan primer, jalan ini umumnya diklasifikasikan sebagai Jalan Kolektor Primer 2 (JKP-2) atau Kolektor Primer 3 (JKP-3) dan menjadi kewenangan pemerintah provinsi. Sedangkan pada jaringan jalan sekunder, jalan ini umumnya diklasifikasikan sebagai Jalan Arteri Sekunder (JAS) dan menjadi kewenangan pemerintah kota/kabupaten. |
highway | primary | ![]() |
[[|100px|center]] | |
| 6. | Jalan Penghubung Primer | Jalan penghubung (jalan masuk/keluar) yang menghubungkan jalan primer dengan jalan primer lainnya atau jalan dengankelas lebih rendah. | highway | primary_link | ![]() |
[[|100px|center]] | |
| 7. | Jalan Sekunder | Pada sistem jaringan jalan primer, jalan ini menghubungkan ibukota kabupaten/kota ke ibukota kecamatan. Sementara pada sistem jaringan jalan sekunder di kawasan urban/perkotaan, jalan ini menghubungkan pusat kegiatan ke pusat kegiatan lainnya.
Jalan ini umumnya diklasifikasikan sebagai Jalan Kolektor Primer 4 (JKP-4) pada jaringan jalan primer atau Jalan Kolektor Sekunder (JKS) pada jaringan jalan sekunder. Biasanya, jalan ini menjadi kewenangan pemerintah kota/kabupaten. |
highway | secondary | ![]() |
[[|100px|center]] | |
| 8. | Jalan Penghubung Sekunder | Jalan penghubung (jalan masuk/keluar) yang menghubungkan jalan sekunder dengan jalan sekunder lainnya atau jalan dengan kelas lebih rendah. | highway | secondary_link | ![]() |
[[|100px|center]] | |
| 9. | Jalan Tersier | Jalan Lokal, menghubungkan pusat kecamatan ke pusat kecamatan lainnya atau pusat kecamatan dengan desa di sekitarnya. Pada kawasan perkotaan, jalan ini menghubungkan kawasan permukiman dengan pusat kegiatan atau jalan dengan fungsi yang lebih tinggi, serta biasanya dapat dilalui oleh masyarakat umum. Untuk jalan antardesa yang lebih sempit, sepi, dan tidak berada dalam kawasan permukiman, pertimbangkan untuk menggunakan highway=unclassified. Untuk Jalan Lokal dengan akses terbatas dan hanya menghubungkan antar rumah, pertimbangkan untuk menggunakan highway=residential
|
highway | tertiary | ![]() |
[[|100px|center]] | |
| 10. | Jalan Penghubung Tersier | Jalan penghubung (jalan masuk/jalur masuk) yang menghubungkan jalan tersier dengan jalan tersier lainnya atau jalan dengan kelas yang lebih rendah. | highway | tertiary_link | ![]() |
[[|100px|center]] | |
| 11. | Jalan Permukiman | Jalan yang berada di wilayah permukiman / perumahan | highway | residential | ![]() |
||
| 12. | Jalan khusus pejalan kaki | Jalan yang dikhususkan untuk pejalan kaki. Kendaraan bermotor tidak bisa lewat. Biasanya ditemukan di area perbelanjaan atau tempat wisata | highway | pedestrian | ![]() |
||
| 13. | Jalan Setapak | Jalan yang dapat dilewati oleh pejalan kaki ataupun kendaraan roda dua. Permukaannya biasanya terdiri dari tanah dan batu-batu kerikil. Jalan ini biasanya banyak terdapat di daerah pedesaan atau pegunungan. Lebarnya sekitar < 1.5 meter. | highway | path | ![]() |
||
| 14. | Jalan Pematang | Jalan-jalan untuk keperluan pertanian atau kehutanan yang seringkali tidak beraspal dan tidak terawat. | highway | track | ![]() |
||
| 15. | Jalan Layanan | Jalan yang dikhususkan untuk pelayanan tertentu. Biasanya terdapat di sekitar mal/gedung perkantoran dan sering ditemui di pinggir jalan tol (rest area). | highway | services | |||
| 15. | Gang | Jalan kecil yang ada di area permukiman. Lebar jalan antara 1.5 - 2 meter. Bisa dilewati oleh 1 mobil dengan kecepatan rendah. Untuk gang yang hanya bisa dilewati oleh motor (< 1.5 meter) silahkan gunakan Jalan Setapak | highway | living_street | ![]() |
[[|100px|center]] | |
| 17. | Jalan Lain | Jalan-jalan penghubung yang paling tidak penting dalam sistem jalan suatu negara – yaitu jalan-jalan kecil dengan klasifikasi di bawah tingkat tersier, namun yang berfungsi untuk tujuan selain akses ke properti. (Seringkali menghubungkan desa-desa dan dusun-dusun.)
Istilah ‘unclassified’ merupakan warisan historis dari sistem jalan Inggris dan tidak berarti bahwa klasifikasinya tidak diketahui; Anda dapat menggunakan tag highway=road untuk hal tersebut. |
highway | unclassified | ![]() |
Beberapa Atribut Informasi tambahan pada Jalan
Jika anda mengambarkan suatu objek dengan menggunakan atribut landuse maka sebaiknya anda menambahkan juga beberapa informasi yang terkait bangunan yang ada di bawah ini:
| No. | Informasi | Key | Value | Keterangan |
|---|---|---|---|---|
| 1. | Arah Jalan | oneway |
|
Informasi arah jalan dapat dituliskan tag seperti berikut oneway=yes jika jalan tersebut terbatas untuk 1 arah saja. Untuk informasi lengkapnya silahkan klik di sini |
| 2. | Layer (Tingkatan) | layer |
|
Informasi layer (tingkatan) jalan dapat dituliskan tag seperti berikut layer=1 artinya jalan tersebut berada 1 tingkat di atas jalan utama yang berada tepat di atas tanah atau layer=-1 artinya jalan tersebut berada 1 tingkat di bawah permukaan tanah. Untuk informasi lengkapnya silahkan klik di sini |
| 3. | Jumlah Ruas Jalan | lanes | User Defined maksudnya adalah value ditentukan oleh pengguna sesuai dengan jumlah ruas jalan yang ingin dipetakan. Rentang dimulai dari 1 hingga seterusnya | Satu jalan bisa terdiri dari 2 atau lebih ruas jalan. Biasanya ruas jalan ini ditandai oleh garis putih putus-putus. Sebagai contoh suatu jalan memiliki 3 ruas jalan maka Informasi jumlah ruas jalan dapat dituliskan tag seperti berikut lanes=3 Untuk informasi lengkapnya silahkan klik di sini |
| 4. | Lebar Objek | width | User Defined maksudnya adalah value ditentukan oleh pengguna sesuai dengan lebar jalan yang dipetakan. | Lebar jalan dapat juga dijadikan infromasi terhadap suatu objek garis baik itu jalan ataupun objek garis yang lain. Sebagai contoh suatu jalan memiliki lebar sebesar 10 meter maka dapat dituliskan tag seperti berikut width=10 Untuk informasi lengkapnya silahkan klik di sini |
| 5. | Permukaan Jalan | surface |
|
Permukaan merupakan jenis lapisan pada objek jalan / garis yang ingin kita petakan . Sebagai contoh suatu jalan memiliki permukaan aspal maka dapat dituliskan tag seperti berikut surface=asphalt Untuk informasi lengkapnya silahkan klik di sini |
| 6. | Kondisi Jalan | smoothness |
|
Kondisi Jalan merupakan kondisi permukaan jalan tersebut dimana biasanya dilihat dari kehalusan permukaan serta jenis kendaraan yang dapat melewati jalan tersebut. Sebagai contoh suatu jalan memiliki kondisi permukaan cukup halus tetapi masih terdapat lubang-lubang kecil seperti jalan di perkotaan. Jalan tersebut dapat kita tambahkan tag seperti berikut smoothness=intermediate Untuk informasi lengkapnya silahkan klik di sini |




















