Id:Proyek Pemetaan Indonesia HOT-PDC InAWARE

From OpenStreetMap Wiki
Jump to: navigation, search

Tentang Proyek Pemetaan

Proyek ini merupakan program gabungan antara Pacific Disaster Center (PDC), Badan Nasional Penanggulangan Becana (BNPB), PetaBencana.id , dan Humanitarian OpenStreetMap Team (HOT) Indonesia untuk mendukung pemanfaatan data dan alat dalam manajemen risiko bencana di Indonesia.

Proyek ini telah berhasil memetakan 3 kota besar di Indonesia. Kota pertama adalah Surabaya (Oktober 2016 - Februari 2017), kota kedua adalah DKI Jakarta (Maret - November 2017), dan kota ketiga adalah Semarang (February - July 2018). Seluruh kegiatan pemetaan dilakukan oleh Humanitarian OpenStreetMap Team (HOT) Indonesia dengan bekerja sama serta mendapatkan dukungan dari pemerintah lokal seperti Kesabngpolinmas serta Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) di masing-masing kota.

Struktur Tim Pemetaan

Proyek pemetaan ini memiliki 2 struktur tim pemetaan yang berbeda. Surabaya dan Semarang memiliki wilayah yang lebih kecil dibandingkan dengan DKI Jakarta, oleh karena itu, jumlah dari anggota tim pemetaan yang ada juga berbeda. Di Kota Surabaya dan Semarang, kami memiliki 22 anggota tim pemetaan yang terbagi ke dalam beberapa posisi yaitu 2 orang sebagai mapping supervisor, 4 orang sebagai Quality Data Assurance dan 16 orang sebagai Spatial Data Entry. Tim pemetaan kemudian dibagi kembali ke dalam grup yang lebih kecil dimana setiap tim terdiri dari 2 orang Spatial Data Entry dan untuk setiap 1 Quality Data Assurance bertanggung jawab untuk menjaga kualitas data serta kegiatan survei dari 2 tim kecil pemetaan atau 4 orang spatial Data Entry. Untuk posisi Mapping Supervisor, masing-masing dari mereka harus mengawasi 2 Quality Data Assurance sebagai bagian dari pengawasan dan menejaga kualitas kerja tim termasuk Spatial Data Entry. Struktur tim pemetaan untuk Surabaya dan Jakarta dapat dilihat pada gambar di bawah ini:

Mapping Team Structure in Surabaya and Semarang

Wilayah DKI Jakarta memiliki jumlah anggota tim yang lebih banyak dibandingkan Surabaya dan Semarang. Hal ini dikarenakan luas wilayah DKI Jakarta yang 2 kali lebih besar. Oleh karena itu, kami menambahkan 1 orang untuk posisi Quality Data Assurance dan 4 orang untuk posisi Spatial Data Entry, sehingga jumlah total untuk anggota tim pemetaan di DKI Jakarta sebesar 27 orang. Mereka kemudian dibagi ke dalam 2 orang mapping supervisor, 5 orang sebagai Quality Data Assurance dan 20 orang sebagai Spatial Data Entry. Secara umum, masing-masing posisi memiliki tanggung jawab yang sama dengan proyek Surabaya dan Semarang. Tim struktur pemetaan di DKI Jakarta dapat dilihat pada gambar berikut:

Mapping Team Structure in Jakarta

Alat Pemetaan dan Metodologi

Secara umum, terdapat 3 langkah pemetaan dalam proyek ini.

  1. Mengimpor Data
  2. Digitasi Data, Input dan Validasi Data
  3. Survei Lapangan

Langkah pertama adalah mengimpor data yang telah terkumpul sebelumnya ke dalam OpenStreetMap. Akan tetapi, sebelum melakukan import, kita wajib untuk memastikan bahwa data tersebut sudah memiliki izin untuk dapat dimasukkan ke dalam OpenStreetMap. Biasanya data yang diimport adalah batas data administrasi yang kita dapatkan dari pemerintah seperti BPBD atau BPS. Tujuan melakukan import data ini adalah sebagai acuan awal wilayah survei dan akan diperbaharui seiring dengan berjalannya kegiatan pemetaan dan survei lapangan.

Langkah kedua adalah dengan melakukan digitasi seluruh jejak bangunan dan jalan menggunakan HOT Tasking Manager. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melengkapi seluruh objek dasar sebelum dilakukannya kegiatan pemetaan di lapangan dan untuk memudahkan memasukkan informasi objek ketika kegiatan survei lapagan dengan menggunakan OpenMapKit. Dalam proyek ini, HOT Indonesia juga diberikan citra satelit dengan resolusi tinggi oleh US Geo Center sehingga seluruh hasil dijitasi berdasarkan latar belakang yang bagus dan terbaru.

Satelit.JPG


Langkah ketiga adalah survei lapangan menggunakan OpenDataKit (ODK) Collect dan OpenMapKit sebagai pengganti GPS dan Form Survei cetak. Tim survei kami menggunakan sepeda motor ketika melakukan survei lapangan di wilayah mereka masing-masing sekaligus bertanya langsung dengan perwakilan kelurahan setempat untuk memperbaharui batas administrasi di wilayah survei mereka. Proses survei lapangan secara umum dapat dilihat pada gambar di bawah ini:

SurveyPDC.JPG

Alur Waktu Kegiatan Pemetaan

Seperti yang telah dijelaskan pada bagian sebelumnya, Surabaya, Semarang dan DKI Jakarta memiliki luas wilayah yang berbeda-beda. Hal tersebut yang membuat perbedaan lama waktu kegiatan pemetaan di masing-masing kota dilaksanakan. Surabaya dengan area yang relatif lebih kecil dibandingkan dengan wilayah yang lain diselesaikan dalam jangka waktu kurang lebih 5 bulan. Gambar di bawah ini menunjukkan alur waktu kegaitan pemetaan di Surabaya.

Sby timeline.JPG


Semarang sedikit lebih lama untuk diselesaikan dibandingkan Surabaya. Beberapa faktor mempengaruhi hal tersebut seperti luas wilayah, bentuk wilayah survei dan libur Idul Fitri selama hampir 2 minggu. Aktifitas kegiatan pemetaan di Semarang dilaksanakan selama kurang lebih 6 bulan. Penjelasan alur kegiatan di Semarang dapat dilihat di gambar berikut:

Semarang timeline eng.JPG


Kota yang memiliki waktu kegiatan terlama yaitu DKI Jakarta dengan pelaksanaan kegiatan pemetaan sekitar 7 bulan. Beberapa faktor yang membuat hal ini terjadi seperti macet saat survei, cuaca yang tidak menentu serta area survei yang sangat besar. Gambar di bawah ini menjelaskan alur kegiatan pemetaaan di DKI Jakarta:

Jkt timeline.JPG

Objek Pemetaan

Batas Administrasi

Terdapat 4 jenis batas administrasi yang dipetakan (ditambahkan/diperbaharui) dalam proyek ini, yaitu:

  1. Batas Kota / Kabupaten
  2. Batas Kecamatan
  3. Batas Kelurahan
  4. Batas Rukun Warga (RW)
  5. Batas Rukun Tetangga (RT) khusus DKI Jakarta di beberapa kelurahan prioritas banjir
No. Nama Objek Jenis Objek Deskripsi Key Value Tampilan di OSM
1. Batas kota/kabupaten way Batas untuk wilayah kota/kabupaten admin_level 5
Rendering-adminlevel 5-mapnik.png
2. Batas Kecamatan way Batas untuk wilayah kecamatan admin_level 6
Rendering-adminlevel 6-mapnik.png
3. Batas Kelurahan way Batas untuk wilayah kelurahan admin_level 7
Rendering-adminlevel 7-mapnik.png
4. Batas Rukun Warga (RW) way Batas untuk wilayah rukun warga admin_level 9
Rendering-adminlevel 9-mapnik.png
5. Batas Rukun Tetangga (RT) way Batas untuk wilayah rukun tetangga. Pemetaan batas RT hanya dilakukan di DKI Jakarta untuk beberapa kelurahan yang menjadi wilayah prioritas kejadian bencana oleh BPBD DKI Jakarta admin_level 10
Rendering-adminlevel 9-mapnik.png

Berikut adalah contoh dari bagaimana batas administrasi yang sudah dikumpulkan saat survei lapangan digambar di peta survei kemudian dimasukkan ke dalam OpenStreetMap.

Boundary map.jpeg

Fasilitas Kritis

Terdapat 11 jenis fasilitas kritis yang telah menjadi objek prioritas untuk kegiatan PDC-InaWARE di Indonesia, yaitu:

  1. Fasilitas Keuangan
  2. Fasilitas Komunikasi
  3. Sarana dan Fasilitas Transportasi
  4. Sistem Air
  5. Sistem Kelistrikan
  6. Sarana Pengisian Bahan Bakar Umum
  7. Fasilitas Publik
  8. Fasilitas Olahraga
  9. Fasilitas Kesehatan
  10. Pelayanan Darurat
  11. Kantor Pemerintahan

Fasilitas Keuangan

No. Nama Objek Jenis Objek Deskripsi Key Value Simbol di OSM Foto
1. Bank node area

Tempat yang menyediakan jasa di bidang keuangan yang menarik dan mengeluarkan uang dalam masyakarat, terutama memberikan kredit dan jasa dalam lalu lintas pembayaran dan peredaran uang

amenity bank
Bank-16.svg
Bank Indonesia Lama Padang atas.JPG

Fasilitas Komunikasi

No. Nama Objek Jenis Objek Deskripsi Key Value Simbol di OSM Foto
1. Tower Komunikasi node Tiang yang berfungsi untuk menghantarkan sinyal telekomunikasi man_made communications_tower
Communication Tower - Nishapur.JPG

Sarana dan Fasilitas Transportasi

No. Nama Objek Jenis Objek Deskripsi Key Value Simbol di OSM Foto
1. Bandar Udara node area Tempat naik dan pemberhentian pesawat aeroway aerodrome
Aerodrome.svg
Kuala-Namu.jpg
2. Pelabuhan node area Tempat naik dan pemberhentian kapal amenity ferry_terminal
Pelabuhan pammatata selayar.jpg
3. Stasiun Kereta node area Tempat naik dan pemberhentian kereta api public_transport station
800px-Stasiun Tugu.JPG
4. Terminal Bus node area Tempat untuk pemberhentian bus dan juga bisa sebagai tempat bus berkumpul amenity bus_station
Bus station.n.16.png
450px-Giwangan.jpg

Sistem Air

No. Nama Objek Jenis Objek Deskripsi Key Value Simbol di OSM Foto
1. Hidran Air node area uatu alat yang dilengkapi dengan slang ( fire hose ) dan mulut pancar ( nozzle ) untuk mengalirkan air bertekanan yang digunakan untuk keperluan pemadaman kebakaran. emergency fire_hydrant
Downtown Charlottesville fire hydrant.jpg
2. Tower/Menara Air node Tempat untuk menampung air yang berbentuk menara tinggi dan biasanya digunakan untuk menampung air hujan. man_made water_tower
Water-tower-16.svg
Yosowilangun sta 130807-2521 lmj.JPG
3. Rumah Pompa node area Banguan yang berfungsi untuk mengalirkan air ke laut/sungai. Mengatur aliran air man_made watermill
Rumah pompa.png

Sistem Kelistrikan

No. Nama Objek Jenis Objek Deskripsi Key Value Simbol di OSM Foto
1. Generator node|Alat yang digunakan untuk menghasilkan daya listrik. power generator
Eoliennes Gaspesie.jpg
2. Tower/Tiang Listrik node Tiang yang berfungsi untuk menghantarkan aliran listrik power tower
Power-tower mapnik.png
Electricity Pylon-Tower at Norden Bridge - geograph.org.uk - 1601275.jpg
3. Gardu Listrik node area Objek untuk mendistribusikan listrik lokal ke beberapa area tertentu. power substation
Landuse-substation.png
Daventry, entrance to substation - geograph.org.uk - 1751032.jpg
4. Pembangkit Listrik node Sebuah kawasan industri dimana bertugas untuk penghasil tenaga listrik. power plant
Huntly Power Station.JPG

Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU)

No. Nama Objek Jenis Objek Deskripsi Key Value Simbol di OSM Foto
1. Pom Bensin node area Tempat yang menyediakan layanan pengisian bensin amenity fuel
Fuel-16.svg
Pertamina filling station, Bali, Indonesia.jpg

Fasilitas Publik

No. Nama Objek Jenis Objek Deskripsi Key Value Simbol di OSM Foto
1. Taman Kanak-Kanak node area Tempat pendidikan untuk anak usia dini (5-6 tahun) amenity kindergarten Rendering-area-amenity-school.png
2. Sekolah Dasar (SD) / Madrasah Ibtidaiyah (MI) node area Tempat pendidikan dasar. Biasanya ditempuh selama 6 tahun. Rendering-area-amenity-school.png
Suasana di sebuah Sekolah Dasar.jpg
3. Sekolah Menengah Pertama (SMP) / Madrasah Tsanawiyah (MTs) node area Tempat pendidikan lanjutan setelah SD. Lama pendidikan selama 3 tahun Rendering-area-amenity-school.png
Gerbang depan smpn 1 depok.jpg
4. Sekolah Menengah Atas (SMA) / Madrasah Aliyah (MA) node area Tempat pendidikan lanjutan setelah SMP. Lama pendidikan selama 3 tahun Rendering-area-amenity-school.png
SMUN 54 Jakarta.jpg
5. Sekolah Tinggi node area Institusi yang menyelenggarakan pendidikan ilmiah dan/atau pendidikan profesional dalam satu disiplin ilmu tertentu amenity college Rendering-area-amenity-school.png
Sekolah Tinggi Teknik PLN.jpeg
6. Universitas node area Perguruan Tinggi yang terdiri atas sejumlah fakultas yang menyelenggarakan pendidikan ilmiah dan/atau profesional dalam sejumlah disiplin ilmu tertentu amenity university Rendering-area-amenity-school.png
Universidad Indonesia Edificio Administrativo.JPG
7. Masjid / Mushala node area Tempat untuk melakukan kegiatan peribadatan untuk umat muslim
Muslim-16.svg
Mosque-al-markaz-al-islami-makassar-indonesia-6.jpg
8. Gereja / Capel node area Tempat untuk melakukan kegiatan peribadatan untuk umat kristiani
Christian-16.svg
Gereja.png
9. Pura node area Tempat untuk melakukan kegiatan peribadatan untuk umat hindu
Hinduist-16.svg
Pura Bratan Bali.jpg
10. Vihara node area Tempat untuk melakukan kegiatan peribadatan untuk umat budha
Buddhist-16.svg
Vihara Duta Prabha Banjarmasin.JPG
11. Klenteng node area Tempat untuk melakukan kegiatan peribadatan untuk umat khonghucu amenity place_of_worship
Place-of-worship-16.svg
Klenteng Jin De Yuan, Glodok, Jakarta.jpg
12. Supermarket node area Bangunan yang menjual barang-barang keperluan masyarakat. Berada di ruangan tertutup dan biasanya memiliki pendingin ruangan di dalamnya. shop supermarket
Supermarket-14.svg
Carrefour at Faa'a French Polynesia.JPG
13. Pasar node area Tempat orang melakukan kegiatan jual beli. Barang yang dijual bermacam-macam amenity marketplace
Wet market in Singapore 2.jpg

Fasilitas Olahraga

No. Nama Objek Jenis Objek Deskripsi Key Value Simbol di OSM Foto
1. Stadion area Bangunan untuk kegiatan olahraga yang dikelilingi tempat duduk leisure stadium
Rendering-area-leisure-sports centre.png
Stadion Agus Salim.jpg
2. Pusat Kegiatan Olahraga node area Tempat dimana kegiatan berbagai macam olahraga dilaksanakan leisure sports_centre
Rendering-area-leisure-sports centre.png
Jakabaring Aquatic Center, SEA Games 2011 Palembang 1.jpg
3. Lapangan Olahraga node area Lapangan / Tanah yang digunakan untuk kegiatan olahraga. leisure pitch
Rendering-area-leisure-sports centre.png
Bogor Agricultural University Sports Field.jpg
4. Taman node area Tempat yang ditanami dengan bunga-bunga dan sebagainya (tempat bersenang-senang) leisure park
Rendering-area-leisure-park.png
Taman Bunga Nusantara.png
5. Kolam Renang / Taman Air node area Tempat untuk berenang dan melakukan kegiatan wisata air leisure
Swimming-16.svg
Munsu Water Park (11265329474).jpg

Fasilitas Kesehatan

No. Nama Objek Jenis Objek Deskripsi Key Value Simbol di OSM Foto
1. Puskesmas node area Fasilitas fungsional yang bersifat melayani masalah kesehatan masyarakat. Biasanya cakupan pelayanannya sampai tingkat kelurahan/desa amenity clinic
Puskesmas Sungai Mariam, Kutai Kartanegara.jpg
2. Posyandu node area Fasilitas kesehatan yang berfokus pada pelayanan kesehatan ibu dan anak. Biasanya tidak dibuka setiap hari dan hanya satu bulan sekali amenity clinic
Posyandu.png
3. Rumah Sakit node area Gedung tempat menyediakan dan memberikan pelayanan kesehatan yang meliputi berbagai masalah kesehatan amenity hospital
Hospital-16.svg
Awal Bros Hospital at Batam Island, Indonesia.JPG
4. Apotek/Toko Obat node area Toko tempat meramu dan menjual obat berdasarkan resep dokter serta memperdagangkan barang medis amenity pharmacy
Pharmacy-16.svg
COLLECTIE TROPENMUSEUM Het Simpangplein met op een hoek een gebouw met de fotostudio van O. Kurkdjian en Co de Simpang Apotheek en Roemah Obat Soerabaia TMnr 10014826.jpg

Pelayanan Darurat

No. Nama Objek Jenis Objek Deskripsi Key Value Simbol di OSM Foto
1. Kantor Polisi node area Bangunan yang digunakan oleh aparat kepolisian untuk bekerja amenity police
Police-16.svg
Polsek Majalengka.jpg
2. Kantor Pemadam Kebakaran node area Bangunan tempat petugas pemadam kebakaran bekerja amenity fire_station
Fire-station-16.svg
Pemadam kebakaran Sampit.JPG

Kantor Pemerintahan

No. Nama Objek Jenis Objek Deskripsi Key Value Simbol di OSM Foto
1. Kantor RW node area Kantor pemerintahan dengan skala pemerintahan di atas RT. RW sendiri merupakan kependekan dari Rukun Warga
Kantor rw.png
2. Kantor Desa/Kelurahan node area Kantor pemerintahan dengan skala pemerintahan di atas RW
Kantor-desa-Jenggawah-Jember.jpeg.jpeg
3. Kantor Kecamatan node area Kantor pemerintahan dengan skala pemerintahan di atas Desa/Kelurahan
Kantor Kecamatan lasem.jpg
4. Kantor Bupati/Walikota node area Kantor pemerintahan dengan skala pemerintahan di atas Kecamatan. Lingkup wilayahnya kabupaten
Kantor Bupati Malang Kepanjen.jpg
5. Kantor Gubernur node area Kantor pemerintahan dengan skala pemerintahan di atas Bupati. Lingkup wilayahnya provinsi
800px-Kangubsumbar.jpg
6. Departemen/Instansi Pemerintah node area Bangunan yang memiliki fasilitas pelayanan masyarakat dan terdapat kegiatan pemerintahan di dalamnya. office government
Gedung utama Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Rawamangun.jpg
7. Kedutaan Besar node area Tempat kedudukan resmi perwakilan suatu negara di negara lain amenity embassy
Embassy-16.svg
Australias indonesian embassy.jpg

Informasi Wajib untuk Objek Fasilitas Kritis

No. Informasi Key Value Keterangan
1. Jenis Bangunan building User Defined maksudnya adalah value ditentukan oleh pengguna sesuai dengan informasi bangunan tersebut Informasi jenis bangunan terhadap objek yang kita petakan. Value dari key ini dapat kita sesuaikan dengan objek yang kita petakan. Sebagai contoh objek kita adalah sekolah maka kita dapat menambahkan tag building=school pada objek tersebut. Untuk informasi lengkapnya silahkan klik di sini
2. Jumlah Lantai building:levels User Defined maksudnya adalah value ditentukan oleh pengguna sesuai dengan informasi bangunan tersebut Informasi jumlah lantai pada objek bangunan yang kita petakan. Value dari key ini dapat kita sesuaikan dengan objek yang kita petakan. Sebagai contoh bangunan tersebut memiliki jumlah lantai sebanyak 3 maka kita dapat menambahkan tag building:levels=3 pada objek tersebut. Untuk informasi lengkapnya silahkan klik di sini
3. Struktur Bangunan building:material
  • reinforced_masonry (ini untuk bangunan dengan tembok dengan penguat beton bertulang)
  • unreinforce_masonry (ini untuk bangunan tanpa tembok dengan penguat beton bertulang)
  • platered (ini untuk bangunan dengan struktur tembok berplester)
  • confined_masonry (ini untuk bangunan dengan struktur rangka beton bertulang)
  • brick (ini untuk bangunan yang hanya menggunakan batu bata tanpa struktur beton)
  • wood (bangunan yang hanya menggunakan struktur kayu)
Informasi mengenai struktur bangunan. Value dari key ini dapat kita sesuaikan dengan objek yang kita petakan. Sebagai contoh bangunan tersebut memiliki struktur beton bertulang maka kita dapat menambahkan tag building:material=reinforced_masonry pada objek tersebut. Untuk informasi lengkapnya silahkan klik [di sini]
4. Alamat addr:full User Defined maksudnya adalah value ditentukan oleh pengguna sesuai dengan informasi bangunan tersebut Informasi alamat bangunan yang kita petakan. Sebagai contoh bangunan tersebut memiliki alamat di Jalan MH.Thamrin maka kita dapat menambahkan tag addr=Jalan M.H Thamrin pada objek tersebut. Untuk informasi lengkapnya silahkan klik di sini
5. Nama Bangunan name User Defined maksudnya adalah value ditentukan oleh pengguna sesuai dengan informasi bangunan tersebut Informasi nama bangunan yang kita petakan. Sebagai contoh nama bangunan tersebut adalah Rumah Makan Enak maka kita dapat menambahkan tag name=Rumah Makan Enak pada objek tersebut. Untuk informasi lengkapnya silahkan klik di sini
6. Tipe Dinding building:walls
  • brick (bangunan dengan tipe dinding batu bata)
  • wood (bangunan dengan tipe dinding papan kayu)
  • bamboo (bangunan dengan tipe dinding bambu)
  • tin (bangunan dengan tipe dinding seng)
Informasi mengenai tipe dinding suatu bangunan. Value dari key ini dapat kita sesuaikan dengan objek yang kita petakan. Sebagai contoh bangunan tersebut memiliki tipe dinding batu bata maka kita dapat menambahkan tag building:walls=brick pada objek tersebut. Untuk informasi lengkapnya silahkan klik di sini
7. Tipe Atap roof:material
  • tile (bangunan dengan tipe atap genteng)
  • tin (bangunan dengan tipe atap seng)
  • asbestos (bangunan dengan tipe atap asbes)
  • concrete (bangunan dengan tipe atap beton)
Informasi mengenai tipe atap suatu bangunan. Value dari key ini dapat kita sesuaikan dengan objek yang kita petakan. Sebagai contoh bangunan tersebut memiliki tipe atap seng maka kita dapat menambahkan tag roof:material=tile pada objek tersebut. Untuk informasi lengkapnya silahkan klik [di sini]
8. Akses ke Atap access:roof
  • yes (Jika bangunan tersebut memiliki akses untuk ke atap)
  • no (Jika bangunan tersebut tidak memiliki akses untuk ke atap)
Informasi akses ke atap dari suatu bangunan dapat dituliskan tag seperti berikut access:roof=yes jika bangunan tersebut ada akses ke atap. Untuk informasi lengkapnya silahkan klik [di sini]
9. Kota Survei addr:city
  • Semarang
  • Surabaya
  • DKI Jakarta
Informasi yang menunjukkan lokasi survei objek tersebut. Untuk informasi lebih jelas silahkan lihat di sini
10. Sumber Data source
  • HOT_InAWARESurvey_2016
  • HOT_InAWARESurvey_2017
  • HOT_InAWARESurvey_2018
Tag khusus yang mengindikasikan objek tersebut merupakan hasil survei lapangan dari kegiata pemetaan HOT Indonesia dan tahun di informasi menunjukkan kapan dan dimana objek tersebut disurvei (2016 untuk Surabaya, 2017 untuk DKI Jakarta, dan 2018 untuk Semarang). Untuk informasi lebih jelas silahkan lihat di sini

Jalan dan Objek Air

Terdapat 10 jenis jalan yang dipetakan dalam proyek pemetaan ini. Mereka adalah sebagai berikut:

No. Object Name Object Type Description Key Value OSM Rendering Sample Picture
1. Jalan tol way Jalur bebas hambatan. Hanya untuk kendaraan roda empat atau lebih dan berbayar highway motorway
Rendering-highway motorway neutral.png
Rambuppj.jpg
2. Jalan penghubung antar kota/provinsi way Jalan yang menghubungkan antas batas administrasi. Bisa berupa tingkatan kota, kabupaten atau provinsi. highway trunk
Rendering-highway trunk L3005 MF.png
Pantura birdeye view.jpg
3. Jalan primer way Jalan utama disebuah kota/kabupaten. highway primary
Rendering-highway primary neutral.png
Thamrin Road 01.jpg
4. Jalan sekunder way Jalan sekunder di area pemetaan yang terhubung (satu tingkat dibawah) dengan jalan primer. highway secondary
Rendering-highway secondary neutral.png
Meyenburg-L134.jpg
5. Jalan tersier way Jalan tersier di area pemetaan yang terhubung dengan jalan sekunder.

Catatan:

Jalan tersier tidak dapat langsung terhubung dengan jalan primer.

highway tertiary
Rendering-highway tertiary neutral.png
Jalan Jaksa.jpg
6. Jalan permukiman way Jalan yang berada di areal pemukiman highway residential
Rendering-highway residential.png
Jalan di Muara Muntai - Ezagren.JPG
7. Jalan khusus pejalan kaki way Jalan khusus pejalan kaki. Kendaraan bermotor tidak boleh/tidak bisa lewat. highway pedestrian
Pedestrian with area osm.png
Jakarta Indonesia Post-office-at-Fatahillah-Square-01.jpg
8. Jalan setapak way Jalan yang hanya bisa dilalui dengan motor atau pejalan kaki. Lebar jalan <1.5 meter. highway path
Path osm.png
Raised footway at the end of Marsh Lane - geograph.org.uk - 50345.jpg
9. Jalan layanan way Jalan yang dikhususkan untuk pelayanan tertentu. Biasanya terdapat di sekitar mal/gedung perkantoran dan sering ditemui di pinggir jalan tol (rest area) highway services centerr
Jakarta7.JPG
10. Gang way Jalan kecil yang ada di area permukiman. Lebar jalan antara 1.5 - 2 meter. Bisa dilewati oleh 1 mobil dengan kecepatan rendah. Untuk gang yang hanya bisa dilewati oleh motor (< 1.5 meter) silahkan gunakan Jalan Setapak highway living_street
centerr
Spielstrasse.jpg
11. Sungai way Aliran air yang besar (biasanya buatan alam) dari tempat yang tinggi (pegunungan) ke tempat yang lebih rendah (pantai) waterway river
Rendering-waterway-river.png
Sungai Pela - Ezagren.JPG
12. Tanggul way Tembok di tepi sungai dan sebagainya untuk menahan air man_made embankment
Cliff2.png
Sacramento River Levee.jpg
13. Gorong-Gorong way Saluran air yang berada di permukaan atau di dalam tanah tunnel culvert
Multi Plate Super Span.jpg
14. Bendungan way Bangunan yang bersifat kontinu dan padat yang melintangi sebuah sungai dan tujuannya untuk mengalihkan, mengawasi, dan mengukur aliran air waterway dam
Bendungan Kepuh Palimanan.jpg

Informasi wajib untuk objek Jalan dan Badan Air

No. Informasi Key Value Keterangan
1. Arah Jalan oneway
  • yes (Jika jalan tersebut memang hanya untuk 1 arah saja)
  • no (Jika jalan tersebut dapat dilalui oleh 2 arah)
Informasi arah jalan dapat dituliskan tag seperti berikut oneway=yes jika jalan tersebut terbatas untuk 1 arah saja. Untuk informasi lengkapnya silahkan klik di sini
2. Layer (Tingkatan) layer
  • -5 sampai 5
  • Nilai 0 adalah nilai awal dari suatu layer jalan/garis yang artinya objek jalan/garis tersebut berada tepat di atas permukaan tanah. Jika lebih besar dari 0 maka berada di atas tanah dan lebih kecil dari 0 berada di bawah permukaan tanah)
Informasi layer (tingkatan) jalan dapat dituliskan tag seperti berikut layer=1 artinya jalan tersebut berada 1 tingkat di atas jalan utama yang berada tepat di atas tanah atau layer=-1 artinya jalan tersebut berada 1 tingkat di bawah permukaan tanah. Untuk informasi lengkapnya silahkan klik di sini
3. Jumlah Ruas Jalan lanes User Defined maksudnya adalah value ditentukan oleh pengguna sesuai dengan jumlah ruas jalan yang ingin dipetakan. Rentang dimulai dari 1 hingga seterusnya Satu jalan bisa terdiri dari 2 atau lebih ruas jalan. Biasanya ruas jalan ini ditandai oleh garis putih putus-putus. Sebagai contoh suatu jalan memiliki 3 ruas jalan maka Informasi jumlah ruas jalan dapat dituliskan tag seperti berikut lanes=3 Untuk informasi lengkapnya silahkan klik di sini
4. Lebar Objek width User Defined maksudnya adalah value ditentukan oleh pengguna sesuai dengan lebar jalan yang dipetakan. Lebar jalan dapat juga dijadikan infromasi terhadap suatu objek garis baik itu jalan ataupun objek garis yang lain. Sebagai contoh suatu jalan memiliki lebar sebesar 10 meter maka dapat dituliskan tag seperti berikut width=10 Untuk informasi lengkapnya silahkan klik di sini
5. Permukaan Jalan surface
  • asphalt (jalan tersebut memiliki permukaan aspal)
  • concrete (jalan tersebut memiliki permukaan beton)
  • metal (jalan tersebut memiliki permukaan besi / baja. Biasanya terdapat pada jembatan)
  • wood (jalan tersebut memiliki permukaan kayu)
  • grass (jalan tersebut memiliki permukaan rumput)
  • ground (jalan tersebut memiliki permukaan tanah)
  • gravel (jalan tersebut memiliki permukaan batu-batu kerikil)
  • mud (jalan tersebut memiliki permukaan lumpur)
  • sand (jalan tersebut memiliki permukaan pasir)
Permukaan merupakan jenis lapisan pada objek jalan / garis yang ingin kita petakan . Sebagai contoh suatu jalan memiliki permukaan aspal maka dapat dituliskan tag seperti berikut surface=asphalt Untuk informasi lengkapnya silahkan klik di sini
6. Kondisi Jalan smoothness
  • excellent (kondisi jalan sangat baik dan mulus; tidak terdapat lubang sama sekali biasanya terdapat di lintasan balap)
  • good (kondisi jalan bagus dan mulus; biasanya terdapat di Jalan Tol)
  • intermediate (kondisi jalan lumayan bagus, masih terdapat beberapa lubang-lubang kecil; biasanya terdapat di jalan perkotaan)
  • bad (kondisi jalan buruk; terdapat banyak lubang-lubang yang dapat membahayakan pengguna jalan)
  • very bad (kondisi jalan tidak mulus dan bergeririgi; permukaan jalan terdiri dari tanah dan kerikil-kerikil kecil)
  • horrible (kondisi jalan tidak dapat dilalui mobil perkotaan tapi bisa dilalui oleh mobil/kendaraan semi off-road; permukaan terdiri dari pasir dan batu-batu besar)
  • very horrible (kondisi jalan tidak dapat dilalui oleh kendaraan kecil dan hanya dapat dilewati oleh kendaraan berat (tractor), atv dan kendaraan off-road; permukaan terdiri dari lumpur, batu, pasir dan kerikil)
  • impassable (kondisi jalan sangat rusak dan tidak dapat dilewati oleh kendaraan apapun)
Kondisi Jalan merupakan kondisi permukaan jalan tersebut dimana biasanya dilihat dari kehalusan permukaan serta jenis kendaraan yang dapat melewati jalan tersebut. Sebagai contoh suatu jalan memiliki kondisi permukaan cukup halus tetapi masih terdapat lubang-lubang kecil seperti jalan di perkotaan. Jalan tersebut dapat kita tambahkan tag seperti berikut smoothness=intermediate Untuk informasi lengkapnya silahkan klik di sini
7. Kota Survei addr:city
  • Semarang
  • Surabaya
  • DKI Jakarta
Informasi yang menunjukkan lokasi survei objek tersebut. Untuk informasi lebih jelas silahkan lihat di sini
8. Sumber Data source
  • HOT_InAWARESurvey_2016
  • HOT_InAWARESurvey_2017
  • HOT_InAWARESurvey_2018
Tag khusus yang mengindikasikan objek tersebut merupakan hasil survei lapangan dari kegiata pemetaan HOT Indonesia dan tahun di informasi menunjukkan kapan dan dimana objek tersebut disurvei (2016 untuk Surabaya, 2017 untuk DKI Jakarta, dan 2018 untuk Semarang). Untuk informasi lebih jelas silahkan lihat di sini

Berikut tampilan informasi yang tersedia ketika melakukan input data hasil survei lapangan:

Informasi objek survei.JPG

Statistik Hasil Pemetaan

Berikut adalah statistik hasil pemetaan yang telah dilakukan di Surabaya, DKI Jakarta dan Semarang dari tahun 2016 hingga 2018.

Statistik Hasil Pemetaan.jpeg